Rabu, 11 Januari 2012

Evaluasi Secara Terus Menerus

Makalah
Asuhan Kebidanan Masa Nifas (III)
                  Evaluasi secara terus Menerus
Dosen Pengampu Mata Kuliah 
                             Yuliani Amd, Kep
                                          
                                          AKADEMI KEBIDANAN BETANG ASI RAYA
                       PALANGKA RAYA T.A 2011/2012
                      

KATA PENGANTAR
Puji Sykur  Kami Panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Sehingga Kelompok Dapat Menyelesaikan Makalah Yang Berjudul MERENCANAKAN ASUHAN KEBIDANAN “Evaluasi Secara Terus Menerus” Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Asuhan Kebidanan III (NIFAS)
Kelompok Mohon Maaf Apabila Terdapat Kekurangan Dalam Penyusunan Makalah Ini,Untuk Itu Kritik Dan Saran Yang Bersifat Sangat Membangun Kelompok Harapkan Demi Kesempurnaan Makalah Berikutnya.
Semoga Makalah Ini Bermanfaat Untuk Kita Semua.Atas Perhatiannya Kelompok Ucapkan Terima Kasih.


                                                                                                      


DAFTAR ISI

Kata Pengantar    i
Daftar Isi    ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1    Latar belakang     1
1.2    Tujuan    1
BAB II MERENCANAKAN ASUHAN KEBIDANAN
2.1.Evaluasi secara terus-menerus    2
2.2.intervensi    2
BAB III PENUTUP
3.1    Kesimpulan    6
Daftar Pustaka

BAB I                                                                                                                                                PENDAHULUAN

1.1.    Latar  belakang

Asuhan Kebidanan Merupakan Suatu Penerapan Fungsi Dan Kegiatan Yang Menjadi Tanggung Jawab Dalam Memberikan Pelayanan Kebidanan Pada Pasien Yang Mempunyai Kebutuhan Atau Masalah Dalam Bidang Kesehatan, Ibu Pada Masa Hamil, Nifas, Dan Bayi Baru Lahir Serta Keluarga Berencana (Depkes RI,1999)
.
Manajemen Kebidanan Adalah Pendekatan Yang Digunakan Oleh Bidan Dalam Menerapkan Metode Pemecahan Masalah Secara Sistematis, Mulai Dari Pengkajian, Analisis Data, Diagnosa Kebidanan, Perencanaan, Pelaksanaan Dan Evaluasi.
Proses Manajemen Merupakan Proses Pemecahan Masalah Yang Memperkenalkan Sebuah Metode Atau Pemikiran Dan Tindakan – Tindakan Dengan Urutan Yang Logis Sehingga Pelayanan Komprehensif Dan Aman Dapat Tercapai. Selain Itu Metode Ini Memberikan Pengertian Untuk Menyatukan Pengetahuan Dan Penilaian Yang Terpisah – Pisah Menjadi Satu Kesatuan Yang Berarti.

1.2.    Tujuan
Mahasiswa Mampu Mempelajari Dan Melaksanakan Asuhan Kebidanan III (Nifas) Terutama Merencanakan Asuhan Kebidanan Dalam Evaluasi Secara Terus –Menerus.
1.3.    Manfaat
Asuhan Kebidanan Diberikan Kepada Ibu Masa Nifas Pada Berfokus Pada Pengkajian Terhadap Perkembangan Kemungkinan Komplikasi Yang Timbul Dan Pendidikan Kesehatan Pada Ibu / Suami/ Keluarganya. Bidan Harus Dapat Menjelaskan Perubahan Fisiologis / Patalogis Sehingga Ibu Dan Keluarga Dapat Mengenal Seawal Mungkin Penyimpangan Yang Terjadi Dan Dapat Segera Mencari Pertolongan Jika Terjadi Komplikasi.
1.4.    Metode Penulisan
Penulisan Makalah Ini Menggunakan Metode Studi Kepustakaan, Yaitu Metode Penulisan Yang Menggunakan Referensi Dari Buku-Buku Dan Bahan Pustaka Lainnya Untuk Penulisan Suatu makalah.

BAB II                                                                                                                                              MERENCANAKAN ASUHAN DALAM KEBIDANAN                                                                                               EVALUASI SECARA TERUS – MENERUS

2.1. Intervensi
NO    DIAGNOSA    INTERVENSI    EVALUASI
1.     Gangguan perkemihan
1.    Dalam 6 jam ibu nifas harus bisa BAK spontan, kebanyakkan ibu nifas berkemih spontan dalam waktu 8 jam.
2.    Urine dalam jumlah yang banyak akan diproduksi dalam waktu 12 – 36 jam setelah melahirkan.
3.    Ureter yang berdilatasi akan kembali normal dalam waktu 6 minggu.
    1.    Kaji apa yang menjadi keluhan saat ini,sejak kapan dan bagaimana pengaruhnya pada ibu.
Contohnya :
a.    Ibu selalu merasa ingin BAK,
b.    setiap BAK ibu merasa selalu tidak puas dengan pengeluaran urine.
c.    ibu merasa dikandung kemih selalu penuh.
    1.    Ibu mengerti bahwa ibu harus bisa BAK langsung dalam waktu 8 jam.
2.    Ibu mengerti bahwa pengeluaran urin tidak puas dikarenakan ibu tidak banyak minum air putih.
3.    Ibu mengerti bahwa sakit perut dan ingin buang air kecil akan mengakibatkan kandung kemih penuh.
2.    Gangguan BAB (Buang Air Besar)
1.    BAB biasany va tertunda selama 2-3 hari karena edema persalinan diit cairan obat-obatan analgetik dan perineum yang sangat sakit.
2.    Bila lebih dari 3 hari belum BAB biasanya diberi obat laksantia.
3.    Ambulasi segera dini dan teratur akan membantu dalam regulasi BAB.
4.    Asupan cairan yang adekuat dan diit tinggi serat sangat dianjurkan.
    1.    kaji riwayat persalinan secara lengkap,dan menyertai durasi serta kala dalam persalinan serta masalah yang ditemui pada setiap kala, dan tindakan yang dilakukan dalam mengatasi setiap masalah.
Contohnya :
a.    Ibu mengatakan setelah melahirkan 3 hari ibu sering merasa mules dan belum BAB sama sekali.    1.    Ibu mengerti bahwa setelah melahirkan selama 3 hari belum BAB sama sekali di karenakan tidak mengkonsumsi makanan yang berserat.
3.    Gangguan hubungan seksual
1.    Bidan berperan menjelaskan pada ibu dan suaminya tentang hubungan seks selama masa nifas.
a.    Nasihatkan pasangan untuk tidak berhungan seksual sampai luka episiotomi sembuh dan lochea telah berhenti yang biasanya diakhiri minggu ketiga.

b.    Beberapa bentuk lubrikan yang larut dalam air seperti   k-y  sangat diperlukan saat berhubungan sexs untuk mencegah ketidak nyamanan akibat vagina mungkin telah kering.
c.    Ingatka bahwa ibu dapat mengalami pnurunan keinginan berhubungan seksual karena adanya perubahan hormone, keletihan ketidakpuasan.
d.    Untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan. Nasehatkan pasangan memakai kontrasepsi ketika mereka merasa mulai kembali aktivitas seksual, meskipun siklus haid ibu belum kembali.
e.    Secara fisik ibu aman untuk menilai hubungan sexsual antara suami istri ketika darah merah berhenti dan ibu dapat melaksanakan hubungan suami istri kapan pun ibu siap.
f.    Banyak budaya yang mempunyai tradisi menunda hubungan suami istri sampai masa waktu tertentu. Misalnya, setelah 40 hari atau 6 minggu setelah persalinan. Keputusan bergantung pada pasangan yang bersangkutan.

    1.    Kaji Pengetahuan Ibu Yang Berhubungan Dengan pengetahuan ibu, setelah masa nifas.

a.    Ibu mengatakan setelah darah nifas nya berhenti ibu ingin melakukan hubungan seksual dengan suaminya.

    1.    Ibu mengerti bahwa hubungan seksual tidak dapat dilakukan sebelum darah nifas berhenti karena akan menyebabkan pendarahan.

4.    Gangguan perkemihan.

a.    Dalam 6 jam ibu nifas harus bisa BAK spontan, kebanyakkan ibu nifas berkemih spontan dalam waktu 8 jam.
b.    Urine dalam jumblah yang banyak akan diproduksi dalam waktu 12 – 36 jam setelah melahirkan.
c.    Ureter yang berdilatasi akan kembali normal dalam waktu 6 minggu.
    1.    Kaji apa yang menjadi keluhan saat ini,sejak kapan dan bagaimana pengaruhnya pada ibu.
Contohnya :
a.    Ibu selalu merasa ingin BAK,
b.    setiap BAK ibu merasa selalu tidak puas dengan pengeluaran urine,
c.    ibu merasa dikandung kemih selalu penuh    a.    Ibu mengerti bahwa ibu harus bisa BAK langsung dalam waktu 8 jam.
b.    Ibu mengerti bahwa pengeluaran urin tidak puas dikarenakan ibu tidak banyak minum air putih.
c.    Ibu mengerti bahwa sakit perut dan ingin buang air kecil akan mengakibatkan kandung kemih penuh.

BAB III                                                                                                                                                      PENUTUP

A. Kesimpulan

Asuhan Kebidanan Merupakan Suatu Penerapan Fungsi Dan Kegiatan Yang Menjadi Tanggung Jawab Dalam Memberikan Pelayanan Kebidanan Pada Pasien Yang Mempunyai Kebutuhan Atau Masalah Dalam Bidang Kesehatan, Ibu Pada Masa Hamil, Nifas, Dan Bayi Baru Lahir Serta Keluarga Berencana (Depkes RI,1999)

Manajemen Kebidanan Adalah Pendekatan Yang Digunakan Oleh Bidan Dalam Menerapkan Metode Pemecahan Masalah Secara Sistematis, Mulai Dari Pengkajian, Analisis Data, Diagnosa Kebidanan, Perencanaan, Pelaksanaan Dan Evaluasi.

Proses Manajemen Merupakan Proses Pemecahan Masalah Yang Memperkenalkan Sebuah Metode Atau Pemikiran Dan Tindakan – Tindakan Dengan Urutan Yang Logis Sehingga Pelayanan Komprehensif Dan Aman Dapat Tercapai. Selain Itu Metode Ini Memberikan Pengertian Untuk Menyatukan Pengetahuan Dan Penilaian Yang Terpisah – Pisah Menjadi Satu Kesatuan Yang Berarti.
Asuhan Kebidanan Diberikan Kepada Ibu Masa Nifas Pada Berfokus Pada Pengkajian Terhadap Perkembangan Kemungkinan Komplikasi Yang Timbul Dan Pendidikan Kesehatan Pada Ibu / Suami/ Keluarganya. Bidan Harus Dapat Menjelaskan Perubahan Fisiologis / Patalogis Sehingga Ibu Dan Keluarga Dapat Mengenal Seawal Mungkin Penyimpangan Yang Terjadi Dan Dapat Segera Mencari Pertolongan Jika Terjadi Komplikasi.
1.    Pengkajian Data Fisik Dan Psikososial
Sebelum Memberikan Asuhan Kepada Ibu Nifas,Bidan Harus Dapat Mengumpulkan Data (Subjektif, Dan Obyektif), Untuk Memastikan Ibu Dalam Keadaan Stabil Dan Nyaman.
a.    Riwayat Kesehatan
b.    Pemeriksaan Fisik
2.    Merumuskan Diagnosa / Masalah Aktual / Masalah Potensial\
Setelah Memperoleh Data Tentang Status Kesehatan Ibu Kemudian Dilakukan Analisis Data Dan Interpretasi Sehingga Didapatkan Rumusan Diagnosa. Sehingga Diperoleh Kesimpulan Apakah Masa Nifas Ibu Normal Atau Tidak. Walaupun, Dalam Diagnosa Keadaan Ibu Nifas Normal, Ibu Mungkin Mengalami Ketidaknyamanan Akibat Perubahan Fisiologis Yang Terjadi Masa Nifas,Sehingga Bidan Harus Dapat Merumuskan Apakah Kebutuhan Spesifik Dari Ibu.
3.    Merencanakan Asuhan Kebidanan
Berdasarkan Interpretasi Data, Bidan Dapat Merencanakan Asuhan Yang Menyeluruh Kepada Ibu.
a.    Evaluasi Secara Terus Menerus
b.    Manajemen Nyeri Dan Ketidaknyamanan
c.    Mengatasi Infeksi Nifas
d.    Mengatasi Kecemasan
e.    Memberikan Pendidikan Kesehatan / Health Education.
f.    Memberikan Kenyamanan Pada Ibu Nifas

4.    Pelaksanaan Asuhan Kebidanan

Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Dilaksanakan Bersama-Sama / Partisipasi Ibu Dan Keluarga Dalam Rangka Peningkatan Pemeliharaan, Dan Pemulihan Kesehatan. Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Ini Dapat Dilakukan Dengan Tindakan Mandiri Dan Kolaborasi. Disamping Itu Perlu Tindakan Pengawasan Pada Ibu Nifas Untuk Memastikan Ibu Dan Bayi Dalam Kondisi Sehat Dan Diberikan Pendidikan / Penyuluhan Sesuai Dengan Perencanaan.

5.    Evaluasi Asuhan Kebidanan

Evaluasi Merupakan Derajad Keberhasilan Asuhan (Degree Of Care) Yaitu Untuk Mengetahui Keberhasilan Asuhan Yang Telah Diberikan. Apakah Tindakan Yang Dilakukan Sudah Selesai Dengan Perencanaan. Rencana Tersebut Dapat Dianggap Efektif Jika Memang Benar Efektif Dalam Pelaksanaannya. Ingat Kembali Tujuan Asuhan Kebidanan Yang Diberikan Dan Evaluasi Efektifitas Tindakan Untuk Mengatasi Masalah. Evaluasi Hasil Yaitu Riilnya Apa, Sejauh Mana Yang Sudah Dilakukan Ibu. Hal Ini Bisa Dilakukan Pada Saat Ibu Melakukan Kunjungan Ulang, Bidan Dapat Melakukan Penilaian Sesuai Dengan Keberhasilan Asuhan.
 
DAFTAR PUSTAKA
Creasoft, 2008. Penyesuaian masa nifas. Creasoft. wordpress. com. diunduh tanggal 24 November 2008
Departemen Kesehatan, 2007. Keputusan Menkes RI No. 938/Menkes/SK/VIII/2007 Tentang Standar Asuhan Kebidanan. Departemen Kesehatan: Jakarta.
Dinas Kesehatan, dkk. 2002. Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono P: Jakarta.
Pusdiknakes WHO-JHPIEGO, 2003. Asuhan Kebidanan Postpartum. Pusdiknakes: Jakarta.
Salamah, 2003. Senam Nifas. http:// asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id online=75. diunduh tanggal 21 November 2008.
Silvinna, 2007. Infeksi Masa Nifas. silvinna. files. wordpress.com/2008/04/infeksi-nifas-postpartum.doc. Diunduh tanggal 18 November 2008.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar